Dropship merupakan
sistem penjualan sebuah produk secara online dimana si penjual tidak harus
memiliki barang atau produk sendiri. Sistem jualan ini hampir mirip
dengan Affiliate marketing, namun kata dropship lebih mengarah kepada
barang yang memiliki betuk fisik dan diperlukan pengiriman dalam proses
penjualannya. Berbeda dengan sistem Reseller, seorang reseller (orang yang
melakukan jualan sistem dropship) tidak perlu membeli barang terlebih dahulu
kepada pemilik barang (supplier) sebagai stok untuk melakukan bisnis, melaikan
mereka boleh langsung melakukan promosi mengenai produk tersebut. Jika nantinya
ada pembeli, barang baru akan dipesan kepada pemiliknya dan akan dikirimkan ke
pembeli atas nama dropshipper. Singkatnya bisa dilihat dalam gambar
berikut.
Dengan
demikian, bisa dikatakan bisnis dropship bisa dijalankan nyaris tanpa modal
alias seorang dropshiper hanya memerlukan media untuk berpromosi/jualan. Selai
itu, dengan sistem dropship ini, kita tidak perlu disibukkan lagi dengan proses
packing hingga pengiriman barang karena semua akan diurus oleh pemilik barang.
Bagaimana dengan keuntungan bisnis dropship?
Salah
satu letak perbedaan sistem affiliasi dengan bisnis dropship adalah pada
besarnya fee atau keuntungan yang kita peroleh. Jika besarnya fee pada bisnis
affiliate ditentukan oleh pemilik produk (misalnya 5% dari harga produk)
sehingga pendapatan kita tetap untuk setiap penjualan, maka dalam sistem
dropship besarnya keuntungan ada di tangan reseller. Kita bebas menentukan
harga jual kembali sehingga kita bisa mengatur sendiri berapa besar keuntungan
yang ingin kita peroleh.
Bagaimana Sistem Kerja Bisnis Dropship?
Secara
sederhana, sistem kerja bisnis dropship ini sebagai begai berikut; tentukan
terlebih dahulu jenis produk/barang apa yang ingin Anda jual. Jika sudah ada
gambaran seperti apa yang Anda inginkan, maka carilah agen/toko online/supplier
yang menerima sistem kerja sama dropship. Jika sudah ketemu, lakukan
pendaftaran sesuai dengan prosedur yang mereka berikan. Pastikan untuk membaca
aturan sistem yang mereka berikan, tanyakan sejelas mungkin terkait apa yang
diperbolehkan dan sitem pengiriman barang.
Tentukan
media promosi Anda yang nantinya akan Anda gunakan untuk menjual produk-produk
tersebut. Beberapa dropshiper mungkin menyediakan fasilitas promosi baik berupa
gambar produk, katalog, web replika, dsb.
Lakukan
penjualan dan promosi, jangan lupa untuk menentukan harga jual sesuai
yang Anda inginkan.
Jika
ada yang membeli produk kepada Anda, maka pesanlah barang tersebut kepada
suplier/pemilik barang sehingga mereka bisa mengirimkan kepada pembeli Anda
atas nama Anda/toko Anda tentunya. Jangan lupa untuk membayar barang sesuai
dengan harga yang diberikan kepada dropshiper sehingga selisih harga adalah
keuntungan Anda.
Kelebihan Bisnis Dropship
Bisnis
Dropship Tidak Memerlukan Modal BESAR
Seperti
yang sudah dijelaskan sebelumnya, bisnis dropship bisa dijalankan tanpa harus
mengeluarkan modal yang besar. Seorang reseller dapat menjual produk secara
online melalui media sosial seperti Twitter dan Facebook, blog gratisan, bahkan
bisa juga dengan aplikasi messenger seperti BBM, Whatsapp, dsb atau juga
melalui forum-forum jual beli seperti tokobagus, kaskus, dll. Sehingga modal
yang diperlukan hanyakan waktu, tenaga dan tentunya biaya internet.
Bisnis
Dropship Sangat Praktis
Seorang
reseller, walaupun statusnya sebagai penjual namun tidak perlu pusing dengan
urusan pengadaan barang, packing, hingga proses pengiriman barang ke konsumen
sebab semua proses tersebut akan menjadi tanggungjawab si supplier. Selain itu,
kita juga tidak perlu pusing dengan proses perencanaan bisnis yang cukup
kompleks yang dilakukan oleh dropshipper.
Dapat
Dikerjakan Dari Mana Saja
Bisnis
dropship bisa kita kerjakan dari mana saja, asalkan kita punya koneksi internet
dan juga gadget yang memadai. Hubungan dengan pihak supplier atau konsumen tetap
bisa terjalin dengan baik yang bisa dilakukan secara online, misalnya melalui
email, chating, dan media sosial.
Tidak
Ada Biaya Operasional
Tidak
seperti bisnis konvesional yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar,
bisnis dropship bisa dijalankan dengan biaya operasional yang sangat kecil,
atau bahkan tanpa biaya operasional. Biaya yang biasa dikeluarkan oleh sebuah
usaha adalah untuk biaya listrik, gaji pegawai, dan biaya sewa tempat.
Sedangkan bisnis dropship, kita hanya mengeluarkan biaya yang sangat kecil,
seperti biaya koneksi internet dan modem.
Kekurangan Bisnis Dropship
Keuntungan
Lebih Kecil
Biasanya
keuntungan bisa diambil oleh seorang dropshipper relatif kecil. Tidak menutup
kemungkinan Ia menaikkan harga yang lebih tinggi, tapi ini sangat beresiko
karena akan merusak kepercayaan konsumen. Apalagi jika suplier yang kita
jadikan mitra bisnis merupakan suplier (dropshipper) besar yang telah memiliki
banyak reseller, sehingga kita perlu bersaing salah satunya dalam hal harga.
Info
Stok Barang Tidak Up to Date
Karena
seorang reseller tidak mengetahui Info tentang ketersediaan barang tidak bisa
diketahui langsung oleh reseller karena data tersebut ada pada supplier. Bisa
saja sebuah produk yang akan dibeli melalui dropshipper ternyata telah habis
dan informasinya belum terupdate di website si supplier barang.
Barang
Tidak Pernah Dilihat
Tidak
mudah untuk menjual barang yang belum pernah kita lihat apalagi jika seorang
calon pembeli menanyakan masalah lebih detail mengenai sebuah sebuah barang.
Berdasarkan pengalaman orang yang bergelut di bidang dropship, biasanya mereka
kurang bisa menjelaskan detail sebuah barang karena memang mereka tidak pernah
melihat barangnya apalagi jika barang tersebut kurang familiar atau tipe baru.
Hal ini tentunya akan berdampak pada kepercayaan dan minat konsumen sehingga
bisa jadi mereka tidak jadi membeli ditempat kita.
Sulitnya
melayani Komplain
Tidak
menutup kemungkinan proses pengiriman barang terlambat atau supplier
mengirimkan barang yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Dan jika konsumen komplain terkait masalah ini, mereka tidak akan komplain
kepada supplier namun kepada Anda sebagai dropshiper. Dan jika ini teradi, maka
pastinya Anda akan kewalahan karena Anda tidak mengetahui persis apa yang
terjadi.
Untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sebagai dropshipper harus
selektif dalam bekerjasama dengan penyedia barang atau supplier.
Bisnis
Dropship - Solusi Jualan Online Tanpa Modal Besar
Sumber : Cakning, dropshipper


Posting Komentar