Di
era globalisasi berkaitan dengan aktivitas ekonomi saat ini, uang bukan saja
merupakan alat pembayaran, melainkan sudah menjadi semacam komoditi yang dapat
diperdagangkan.
Foreign
Exchange, pertukaran valuta asing atau biasa disingkat dengan forex
merupakan perdagangan mata uang dua negara yang nilainya berbeda dari waktu
kewaktu. Forex merupakan produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat
internasional. Perbedaan nilai mata uang kedua negara yang berubah dari waktu
ke waktu inilah yang menjadi dasar diperolehnya keuntungan.
Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange, khusus menangani produk perishable commodities). Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange).
Menempatkan dana untuk diinvestasikan dalam forex pada dasarnya sama seperti investasi produk bank dalam satuan mata uang asing atau sama dengan prinsip investasi di dalam pembelian saham. Mengapa demikian, karena jika dianalogikan dengan investasi bank, terdapat perbedaan antara kurs jual dengan kurs beli, sama dengan saham, karena mengharapkan adanya fluktuasi harga (nilai) dan kedua-duanya merupakan sarana investasi yang sangat sensitif terhadap perkembangan makro-mikro ekonomi. Keuntungan yang diharapkan adalah selisih antara kurs jual dan beli (capital gain).
Berikut
ilustrasi sederhana tentang perdagangan forex. Jika 1 dollar kita beli dengan
harga Rp 12.000 lalu terjadi kenaikan terhadap nilai dollar menjadi Rp 14.000,
berarti untuk tiap 1 dollar kita untung Rp 2.000. Sekarang Anda bisa
membayangkan jika Anda memiliki 10.000 dollar. Ini berarti Anda mendapatkan
keuntungan sebesar Rp 20.000.000. Hal ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat
karena karakteristik fluktuasi valuta asing yang sangat dinamis.
Forex
(Foreign Exchange) adalah perdagangan yang paling likuid di banding perdagangan
lainnya. Di pasar forex inilah kebanyakan trader pemula memulai aktivitas
trading mereka. Tidak seperti pasar lainnya, pasar forex berjalan dalam rentang
waktu 24 jam hari kerja. Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang
negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc
(CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR).
Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair),
contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.
Saat
ini pasar forex merupakan aktivitas perdagangan dengan volume perdagangan
terbesar dibanding perdagangan komoditas lainnya. Perputaran uang yang terjadi
pada pasar forex mencapai US $ 1.8 triliun per harinya. Jumlah ini 40 kali
lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain
seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju
manapun. Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya
sangat liquid, dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa
pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung
pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak
satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.
Mungkin
akan timbul pertanyaan, kalau begitu apa bedanya forex dengan jual beli valuta
di money changer? Ada beberapa perbedaan mendasar antara perdagangan forex
dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang
asing dengan mata uang asing lainnya (bukan rupiah), forex juga tidak
melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak
melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan
sistem margin atau jaminan (margin trading).
Contohnya
bila saya menginginkan membeli US$ 10.000, maka dengan sistem margin trading
saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$ 100 sebagai jaminan.
Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) dollar AS adalah
sama nilainya dengan US$ 10.000 yang saya beli. Jadi karena investor tidak
memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja, maka
jaminan yang diberikan relatif sangat kecil dibanding jumlah valuta yang hendak
dibeli.
Hal
yang sangat membedakan lagi, untuk konsep keuntungan, forex memanfaatkan konsep
two ways opportunity. Mendapat keuntungan jika harga naik mungkin tidak perlu
dijelaskan karena merupakan konsep yang wajar, kita membeli sesuatu saat harganya
murah (Open Buy) dan berharap harganya naik lalu menjualnya (Sell Liquid),
keuntungan di dapat dari selisih harga jual dengan harga beli. Jadi bagaimana
kalau harga turun? Bagaimana mendapatkan keuntungannya? Konsep untuk
mendapatkan keuntungan saat harga turun adalah jual terlebih dahulu saat harga
mahal, lalu beli kembali saat harga turun. Bagaimana saya bisa menjual kalau
saya belum membeli? Bisa, karena ada orang yang mau meminjamkannya pada Anda!
Contoh
sederhananya adalah sistem konsinyasi dalam dunia perdagangan, dimana kita
dipinjamkan barang oleh supplier untuk dijual padahal kita tidak langsung
membayar saat barang kita terima. Sesudah barang terjual ke pelanggan kita
(tentunya harganya lebih mahal dari harga beli ke supplier), barulah kita membayar
kembali pada supplier kita dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga
jual ke konsumen kita.
Nah
demikian pula pada forex trading, saat anda membuka posisi jual, maka anda
meminjam posisi orang lain untuk dijual dan anda harus mengembalikannya dengan
membeli dari market lagi, tentunya dengan harapan saat kita membeli untuk
mengembalikan pinjaman, harganya lebih murah (turun) daripada saat kita menjual
/ meminjam (sell). Proses ini dilakukan oleh sistem melalui bursa, jadi kita
tidak mengetahui dari siapa kita meminjam (membuka posisi sell) dan dari siapa
kita membeli (menutup posisi sell) tersebut. Dengan kondisi market forex yang
mendunia maka selalu saja ada orang yang menjual atau membeli saat itu. Inilah
konsep open sell, membuka posisi sell (jual) dan mengharapkan harga turun
supaya dapat kita tutup (buy liquid) dengan harga yang lebih rendah. Keuntungan
didapat dari selisih harga jual dengan harga beli. Tapi kalau sampai harga naik
melampaui harga beli (open buy), maka anda mengalami kerugian.
Selain
hal diatas, pertanyaan sederhana yang seringkali dilontarkan para investor baru
sebelum memulai investasinya di forex trading adalah, kenapa saya harus
berinvestasi di forex? Apa kelebihan forex dibandingkan dengan investasi
lainnya? Kemajuan teknologi memungkinkan munculnya beberapa kelebihan yang
sangat mempermudah aktifitas investasi pada forex. Berikut beberapa kelebihan
yang ditawarkan forex trading yang tidak dapat ditawarkan investasi lainnya:
1.
Return on Investment
tertinggi dibanding investasi lainnya. Adakah investasi yang sanggup menawarkan
return hingga tak terbatas? Forex dapat melakukannya!
2.
Likuiditas yang tinggi. Ini berarti anda selalu dapat membeli atau menjual mata
uang yang hendak Anda transaksikan dan tidak ada istilah gagal serah disini.
Ketika anda melakukan aksi beli, selalu ada pihak lain yang akan menjualnya
kepada anda dan sebaliknya. Ini terjadi karena memang lingkup investasi forex
adalah bursa dunia yang saling terhubung satu sama lain. Berbeda dengan bursa
lokal, dimana transaksi hanya berlangsung pada bursa tersebut saja sehingga
dapat terjadi peristiwa gagal serah.
3.
Modal yang dibutuhkan relatif kecil. Memang dahulu modal yang dibutuhkan bisa sangat
besar (mencapai 100 juta rupiah). Tapi kini dengan metode forex online, modal
yang dibutuhkan bisa dibawah 5 juta rupiah. Bandingkan dengan investasi lain
misalnya saham yang membutuhkan modal setidaknya 20 juta rupiah atau investasi
sektor riil yang biasanya lebih dari 50 juta rupiah.
4.
Jam trading 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Tidak ada kata malam atau siang
hari dalam dunia forex trading. Pasar berlangsung selama 24 jam sehari dimulai
dari pasar Asia hingga pasar Eropa dan Amerika. Bandingkan dengan saham yang
hanya buka pada office hours atau pasar komoditi yang hanya buka pagi hingga
siang hari. Jika anda seorang pekerja kantoran, anda dapat bertransaksi forex
trading pada malam hari dan tidak mengganggu jam kerja anda.
5.
Dimana saja, kapan saja dan siapa saja bisa bergabung. Betul, investasi tidak
mengenal kelas. Begitu juga dengan forex trading. Siapa pun anda, pedagang,
pekerja, seorang ibu rumah tangga atau bahkan seorang petani sekali pun dapat
bergabung. Dengan kemajuan dunia internet, anda dapat bertrading dimana saja
tanpa harus pergi ke bursa yang bersangkutan atau menelepon dealer anda secara
langsung. Ini jelas menghemat waktu dan biaya.
6.
Investor bertindak aktif dalam investasinya. Tidak seperti investasi lain
dimana investor hanya dapat mempercayakan dananya dikelola pihak ketiga
(reksadana, asuransi, deposito, dsb), pada forex trading anda lah yang
menentukan sendiri kapan dan seberapa besar anda hendak berinvestasi dengan
melakukan aksi beli atau jual. Kini investasi anda bergantung pada diri anda
sendiri dan tidak kepada orang lain.
7.
Harga real time yang dapat anda akses secara online.
8.
Tersedia demo account yang dapat anda miliki secara gratis tanpa membayar. Jika
anda orang baru dalam dunia forex, ini akan sangat membantu anda karena harga
yang tertera pada demo account adalah sama dengan harga yang sesungguhnya
terjadi di pasar.
9.
Leverage yang ditawarkan lebih dari 1:100. Ini artinya dengan satu bagian yang
anda keluarkan, dapat membeli atau menjual sebanyak 100 bagian. Inilah
kelebihan dari margin trading dimana yang dibutuhkan hanyalah jaminan saja
untuk membeli atau menjual barang yang dibutuhkan. Pada forex trading ini
diimplementasikan dengan modal sebesar 1 juta rupiah maka anda dapat membeli
dollar sebanyak $ 10.000 dan juga sebaliknya untuk aksi jualnya.
10.
Online reporting and transaction. Memang dahulu forex trading dilakukan melalui
telepon dan laporan tertulis hasil transaksi Anda akan dikirim melalui email
atau bahkan pos setiap bulannya. Tetapi kini dengan akses internet, bahkan
laporan transaksi Anda pun dapat anda akses kapan pun Anda mau tanpa harus
menunggu dari pihak pialang melaporkannya kepada anda.
11.
Keamanan dan kerahasiaan terjamin. Meskipun transaksi dilakukan melalui
internet bukan berarti kemanan dan kerahasiaan informasi serta dana anda tidak
dijamin. Pihak pialang menyediakan enskripsi data yang ditransaksikan dan dana
anda pun aman tersimpan pada segregated account apabila anda melakukannya pada
pialang yang legal.
Lalu
bagaimana dengan sisi lemahnya. Perlu untuk kita pahami bahwa forex termasuk
dalam katagori investasi high risk - high return. Pada dasarnya, semua jenis
investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding
dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh. Semakin besar
potensi keuntungan yang dapat diperoleh, maka semakin besar juga potensi
kerugian yang dapat timbul. Jika anda tergolong sebagai safe investor yang
tidak menyukai resiko atau dalam portfolio investasi anda, maka nampaknya forex
trading bukan jenis investasi yang cocok bagi anda. Hal ini disebabkan karena
forex trading merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat, baik
dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga. Secara logika, forex trading
dapat saja memberi anda keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam
satu hari namun dapat juga merugikan anda hingga kehilangan jumlah yang sama.
Jika anda seorang risk taker, maka forex trading adalah jenis investasi yang
cocok dengan anda, dalam arti untuk memperoleh keuntungan besar, maka anda pun
siap menanggung potensi kerugian yang sama. (Umum)
Sentuhan Pertama Dengan
Forex Trading
Erwin Selian

Posting Komentar