BREAKING

Sabtu, 01 Maret 2014

Paul Rotter – Opini Sumber Kerugian


Rotter adalah seorang trader profesional yang sukses dalam dunia trading. Tapi kesuksesannya tidaklah didapat dengan mudah dan cepat. Ia banyak mengivestasikan waktunya untuk belajar. Ketika Rotter bekerja di salah satu Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut. Chief tersebut merupakan trader senior yang selalu mampu membuat keuntungan konsisten dan membukukan profitnya setiap bulan. Rotter banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dari seniornya itu. Kerja keras Rotter membuahkan hasil ketika ia bersama rekannya, Kinski membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar US $ 526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit US $ 6.500.000,- Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 juta sampai 78 juta dollar setiap tahunnya.

Keberhasilan Rotter dilandasi oleh penilaiannya terhadap kegiatan trading. Baginya menjadi trader bukanlah menjadi penjudi, tapi menjadi profesional. Rotter mempelajari seluru aspek dan variabel trading secara teliti dan detil. Trading adalah sesuatu yang bisa diperhitungkan dan dianalisa. Rotter selalu menerapkan money management yang terukur dan tepat. Setiap kali akan melakukan trading, Rotter selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi. Ia juga tidak segan-segan untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Ketika posisi memang salah, ia selalu mencari penyebab kenapa market melawan transaksi. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan. Rotter selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya keputusan untuk keluar posisi dilakukan.

Ia juga selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum market open. Waktu libur selama dua hari sebelum market buka pada hari Senin pagi ia menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonanci, support resisten, ataupun pivot point.

Seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Jika harga melawan transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan kita tetap berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. Begitulah pendapat Paul Rotter, salah satu trader sukses yang diakui dunia. (Figure)


Paul Rotter – Opini Sumber Kerugian
Sumber: dunia forex, wikipedia, redgo, wienjourney, belajar forex

About ""

GAYA HIDUP SEHAT - Jadikan kesehatan sebagai gaya hidup anda.

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Qoregraphic
Design by FBTemplates | BTT