Mungkin
tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari
ini; kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan
berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi;
menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom; para orang tua
kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah - wah bisa repot urusan dengan
mertua; orang tua. Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll… Sialnya,
pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari; menerima kenyataan
bahwa justru semakin banyak; semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak
mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada akhirnya yang di tuntut
dari seorang profesional bukan absensi kantor-nya melainkan target / hasil /
pencapaian objektif. Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih
menjadi paradigma berkarya.
Mungkin
karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu
banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering
kali meninggalkan kantor-nya - bahkan sangat lumrah jika pekerjaannya
dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol; minum kopi di cafe bersama
mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka
sukai sangat dominan di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang aneh
jika kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu
kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan; servis yang mengandalkan
profesionalitas; keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara
para profesional. Tampaknya, keahlian; kesukaan yang spesifik menjadi andalan
para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.
Penghasilan
jangan di tanya… minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling
buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate
yang umumnya Rp. 750.000/bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang
bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan
ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an.
Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan
dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika
terekspose oleh media massa - karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN
murni kompetisi; fight.
Laptop,
palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang
sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang
didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut.
Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail
traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran
di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan
sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di
e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi
itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di
nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.
Pada
tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu
airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia
9230 atau bekerja secara online pada PDA/Palmtop Jornada-nya yang terkait
dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.
Unified
messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified
messaging sudah sangat terasa saat ini - integrasi antara berita SMS ke e-mail
ke FAX dapat menjadi saling terkait; sangat membantu para eksekutif &
profesional mobile untuk bermanuver di dunia informasi.
Yah
itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian
profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka
akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$ 400-1000 menjadi
ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$ 500-1000 /
bulan.
Kapankah
anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop,
palmtop atau HP - hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda
memiliki skill keahlian yang sangat spesifik; diakui ke-profesionalisme-annya
oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut
dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar; baik di masa sekolah umum
maupun di perguruan tinggi.
Joko Susilo - Kerja Tanpa
Kantor, Apa Mungkin?
Sumber:
Joko Susilo, wirausaha di dunia maya

Posting Komentar